Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Kesehatan

Mengabdi Negara Lewat Pelayanan Medis Militer

Kesehatan
03 Aug 2016
Mengabdi Negara Lewat Pelayanan Medis Militer

 

Jakarta - Cerita tentang dokter yang melayani di daerah perang mungkin sudah banyak. Namun ada yang menarik dalam cerita kali ini. Dokter Jhonsen Indrawan yang merupakan alumni Fakultas Kedokteran (FK) Unika Atma Jaya tahun 2004 yang lulus dari program dokter pada tahun 2011 ini ikut bertugas dalam pasukan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) 2014-2015 di Lebanon.

 

“ Saya dapat surat perintah untuk ikut seleksi pasukan PBB ketika saya sedang dinas di Pulau Rote. Seleksi yang harus saya jalani antara lain adalah kemampuan fisik, Bahasa Inggris, komputer, dan psikologis. Setelah lulus, saya akhirnya dikirim sebagai Pasukan Perdamaian PBB, Kontingen Garuda XXVIII-G/UNIFIL Lebanon bersama Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Sultan Iskandar Muda 367,” ujar Jhonsen dalam keterangannya, di Jakarta, akhir bulan lalu.

 

Jhonsen bercerita sebelum, ditempatkan di Pangkalan TNI AL Pulau Rote, ia pernah mengenyam pendidikan selama 7 bulan di Akademi Militer Magelang, Lima bulan di Kobangdikal Surabaya, dan Tiga bulan training di RSAL dr. Ramelan, Surabaya. Idealisme pribadinya untuk mengabdi kepada negara diwujudkannya meskipun ia tidak memiliki latar belakang militer.

 

“Tugas saya di Lebanon bertanggung jawab untuk kesehatan awak kapal yang berjumlah 100 orang. Pekerjaan ini menantang karena kondisi fisik seseorang bisa saja tidak terduga. Waktu itu pernah ada awak kapal yang terkena serangan jantung dan penyakit kronis ketika saya berada di tempat tugas. Saya berupaya dengan kemampuan yang ada, Puji Tuhan selamat sampai kembali ke Indonesia,” tutur Jhonsen.

 

Selain menantang, Jhonsen mengatakan bahwa masa tugasnya di Lebanon juga menyenangkan. Interaksi dengan awak kapal, WNI, orang-orang di KBRI Lebanon, serta orang Lebanon sendiri, adalah hal yang selalu ia nikmati.

 

“Tidak pernah terbesit dalam benak saya kalau setelah lulus kuliah akan masuk ke dunia militer. Awalnya saya ingin melanjutkan jadi spesialis, kembali ke tempat kelahiran, dan mengabdi. Namun setelah koas jadi berubah,” cerita Jhonsen yang juga pernah menjadi Ketua Senat Mahasiswa FK periode 2007-2008 ini, “ ujar Jhonsen.

 

Bagi Jhonsen, Unika Atma Jaya adalah tantangan dan prioritas utama sejak ia duduk dibangku SMA. Ia memilih Unika Atma Jaya karena fakultasnya akreditasi A dan terkenal dalam pelayanan. Beasiswa yang diberikan oleh Unika Atma Jaya untuknya saat itu sangat membantu dalam mengurangi beban orang tuanya.

 

“Menjadi dokter itu penuh perjuangan. Dokter memang sebuah profesi yang penuh problematika, terlebih lagi jaman sekarang. Namun selama kita menanamkan kasih di hati masing-masing, saya percaya profesi ini tetap dapat dihargai dan menjadi budi baik untuk sekitar kita,” pungkas  Jhonsen.

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X