
hariansuara.com, Jakarta - Menghabiskan beberapa waktu mewarnai buku gambar setelah hari yang berat di tempat kerja dapat membantu merasa lebih baik, meski tidak menimbulkan dampak jangka panjang pada suasana hati.
"Mewarnai memiliki beberapa manfaat terbatas seperti mengurangi stres dan keadaan mental negatif," kata salah satu peneliti Girija Kaimal, Asisten Profesor di Drexel University di Philadelphia, AS dikutip Healthsite, Senin, (18/12).
"Tapi itu tidak mengubah substansi apa pun, mengembangkan hubungan, atau menghasilkan perkembangan pribadi," tambah Kaimal
Studi yang dipublikasikan di Canadian Art Therapy Association Journal, menunjukkan bahwa mewarnai memang memiliki efek positif, meski tidak seefektif terapi seni.
Para peneliti memisahkan latihan 40 menit, satu terdiri dari mewarnai murni dan yang lainnya melibatkan masukan langsung dari terapis seni, untuk melihat apakah ada perbedaan tingkat mood dan stres yang signifikan.
Setiap peserta usia 19 sampai 67 tahun ikut ambil bagian dalam setiap latihan. Dalam latihan pewarnaan murni, para peserta mewarnai dalam pola atau desain. Meski terapis seni ada di dalam ruangan, mereka tidak berinteraksi dengan orang yang mewarnai.
Dalam latihan lainnya, peserta dimasukkan dalam situasi "studio terbuka", di mana seorang terapis seni hadir dan dapat memfasilitasi sesi tersebut, serta memberikan panduan dan dukungan untuk mengolah pengalaman dan karya seni.
Para peserta bisa membuat jenis seni apa pun yang mereka inginkan, entah itu mewarnai, membuat sketsa, mencoret-coret, atau mengerjakan tanah liat pemodelan. Ketika para peserta mengerjakan bagian mereka, ahli terapi seni menciptakan karya seni juga, dan tersedia untuk membantu peserta jika mereka memintanya.
Setiap orang melakukan survei standar sebelum dan sesudah sesi yang memberi peringkat tingkat stres dan perasaan mereka. Tingkat stres yang dirasakan turun pada tingkat yang hampir sama untuk kedua latihan, yaitu 10 persen untuk mewarnai dan 14 persen untuk studio terbuka.
"Kondisi mental negatif juga menunjukkan tingkat penurunan yang serupa, kira-kira turun tujuh persen untuk mewarnai dan enam persen untuk studio terbuka" kata studi tersebut.
"Sesi di studio terbuka bersama terapis seni menghasilkan lebih banyak pemberdayaan, kreativitas dan peningkatan suasana hati, yang penting bagi individu yang berusaha memperbaiki kualitas hidup mereka dan membuat perubahan", kata Kaimal.
Seringkali, buku mewarnai bagi orang dewasa yang sekarang ada di mana-mana mengiklankan diri sebagai "terapi seni." Tetapi terapis seni berpendapat klaim semacam itu menyesatkan, bahwa terapi seni yang sejati adalah tentang pertumbuhan dan hubungan dan bukan hanya tentang "merasa lebih baik." (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU