
.
Jakarta- Calon presiden Amerika Serikat dari partai Demokrat, Hillary Clinton, mendesak anggota parlemen federal, yang sedang libur musim panas untuk kembali bersidang guna menyetujui anggaran untuk memerangi virus Zika.
Pernyataan itu dikeluarkannya saat mengunjungi klinik kesehatan di Miami pada Selasa, (9/8/2016), kemarin.
“Anggota parlemen sebaiknya menyetujui anggaran gabungan senilai 1,1 miliar dolar Amerika Serikat (lebih dari 11 triliun rupiah) terkait virus dibawa nyamuk itu.” kata Hillary. Pendanaan itu diperlukan saat Florida mengalami setidak-tidaknya 21 kasus Zika setempat.
Florida adalah negara bagian pertama memastikan penularan setempat melalui nyamuk di Amerika Serikat, namun pejabat dinas kesehatan memperkirakan ada persebaran lain, terutama di negara bagian Amerika Serikat di Selatan, yang rentan terjangkit penyakit dari nyamuk.
"Saya sangat kecewa bahwa Kongres sedang dalam resesi sebelum menyetujui apa yang mereka harus lakukan untuk mengerahkan sumber daya dalam pertempuran ini. Jika kami menyetujui anggaran penting ini kami dapat mengembangkan uji coba diagnosa cepat dan bahkan memulai usaha untuk mengembangkan vaksin," kata Hillary.
Kompromi itu gagal setelah pihak Republik dalam parlemen menyampaikan pernyataan yang akan melarang tindakan aborsi dan menghentikan pendanaan terhadap undang-undang pelayanan kesehatan Barack Obama pada 2010.
Obama sebelumnya meminta Kongres, yang dipimpin Republik, menyetujui dana darurat 1,9 miliar dolar Amerika.
Sejumlah senator dari Demokrat Ameirka Serikat telah mengirimkan surat kepada Pemimpin Senat, Mitch McConnell dan kepada Pembicara DPR Republik Paul Ryan, mendesak mereka untuk memanggil para anggota parlemen dari resesi mereka untuk memberikan suara terkait dana darurat itu.
Perwakilan partai Republik dari Florida, Marco Rubio dan Gubernur Rick Scott juga telah meminta Kongres untuk kembali dan memerangi Zika.
Zika pertama kali terlacak di Brazil pada tahun lalu dan menyebar dengan cepat di Amerika. Jika seorang wanita mengandung terinfeksi Zika, akan menyebabkan mikrosepalus. Brazil telah melaporkan lebih dari 1.700 penderita mikrosepalus.
Hillary mengeluarkan komentarnya setelah mengunjungi Pusat Kesehatan Borinquen di Wynwood, sebuah wilayah di Miami dimana dinas kesehatan Florida melaporkan adanya kasus Zika.
Pejabat dinas kesehatan Amerika Serikat telah mendesak para wanita hamil untuk menjauhi lokasi penyakit itu. Staf kampanye Hillary memberikan sejumlah semprotan anti nyamuk kepada para wartawan sebelum kunjungan dilakukan.
Setelah menemui para dokter, Hillary memeriksa selebaran dan kasa nyamuk yang dibagikan kepada penduduk dan berbicara dengan seorang wanita hamil yang bekerja di lingkungan itu, wanita itu baru saja menerima hasil tesnya yang menyebutkan bahwa dirinya negatif Zika.
Hillary mengatakan bahwa masyarakat sebaiknya mengunjungi situs web yang dibuat oleh pemerintah federal yang berisi informasi terkait Zika.
"Kami tidak ingin terlalu memperingatkan masyarakat, kami ingin masyarakat agar mendapatkan informasi," katanya.
Antara
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU