Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Kesehatan

Indonesia Adaptasi Program Perawatan Demensia Berkualitas

Kesehatan
29 Apr 2018
Indonesia Adaptasi Program Perawatan Demensia Berkualitas

hariansuara.com, Jakarta - Alzheimer’s Disease International’s Asia Pacific Regional Office (ADI-APRO) dan Alzheimer’s Indonesia (ALZI) meluncurkan program Dementia Care Skills (DCS) Training of Trainers Course, sebuah program untuk meningkatkan kapasitas para profesional yang berkecimpung di bidang demensia. Peserta terdiri dari berbagai pihak terkait, mulai dari dokter umum, dokter syaraf, dokter jiwa, psikolog, arsitek, ahli antropologi, perawat, fisioterapis, terapis okupasi, pengacara, pekerja sosial, family caregiver hingga insinyur.

Program ini berlangsung selama 28 April – 2 Mei 2018 di Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Atma Jaya, Pluit, Jakarta. Program ini didukung oleh Alzheimer’s Disease Association (ADA), Dementia Australia, Taiwan Alzheimer’s Disease Association (TADA), Alzheimer’s Association Japan (AAJ) yang mengirimkan para mentor terbaiknya dari Singapura, Australia, Taiwan dan Jepang.

Direktur Regional ADI – APRO, DY Suharya, menjelaskan Laporan ADI pada 2016 lalu menunjukkan, saat ini diperkirakan terdapat hampir 50 juta Orang dengan Demensia di dunia, 23 juta ODD di Asia Pacific dan 1,2 juta ODD di Indonesia. Hal ini membuat Asia Pacific dimana  Indonesia salah satunya menjadi fokus utama pelatihan peningkatan standar perawatan bagi penderita demensia. Program pelatihan ini sendiri diadaptasi dan berdasarkan pada program akreditasi Dementia Care Essentials Course dari Australia.

Baca juga: Biaya Penanganan Penyakit Demensia Mencapai Satu Triliun Dolar Pada 2018

"Banyak negara memiliki ketergantungan yang tinggi pada pelatih ahli asing dan tidak konsisten dalam kualitas materi pelatihan dan pendekatan untuk perawatan demensia. Untuk itu, kami melatih para caregivers dan careworkers untuk mendapatkan pengetahuan dan siap menghadapi tantangan unik demensia. Setelah pelatihan ini maka mereka akan menjadi ahli dan dapat memberikan pelatihan kepada yang lain,” katanya kepada hariansuara.com.

Pelatihan ini terdiri dari praktek terbaik menangani demensia dari seluruh dunia, termasuk tinjauan tentang demensia, cara berkomunikasi efektif, memahami perilaku, isu-isu caregivers dan careworkers yang muncul dan layanan dukungan bagi semua pihak terkait demensia.

Program roll-out training of trainers ini direncanakan akan berjalan di lebih dari 10 negara di Asia Pasifik diantaranya di India, Pakistan, Nepal, Myanmar, Indonesia, Thailand, Malaysia, Taiwan, Jepang, dan bahkan di Iran. Program ini akan menjadi platform bagi seluruh asosiasi Alzheimer untuk bergerak mandiri dan berkelanjutan dalam memberikan perawatan terhadap orang dengan demensia sesuai dengan standar kualitas yang diberikan di dalam materi pelatihan.

Baca juga: Gadis Remaja Ini Hebat Kembangkan Aplikasi untuk Bantu Penderita Alzheimer

 Direktur Eksekutif ALZI, Sakurayuki, menjelaskan, Indonesia akan mengadaptasi modul pelatihan ini sesuai dengan konteks lokal. Selain itu, ALZI mendorong pendidikan demensia ini harus dilakukan secara nasional karena akan bermanfaat bagi komunitas yang saat ini sedang merawat Orang Dengan Demensia (ODD).

“Kami sangat gembira tentang program ini, karena ini menandai dimulainya pendidikan demensia yang terstruktur di negara ini. ALZI berkomitmen untuk terus mendidik publik tentang demensia dan membantu family caregivers dan careworkers dalam perjalanan mereka yang sulit dalam merawat orang yang mereka cintai,” katanya.

Dekan Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya, Dr. dr Yuda Turana SpS (K), menjelaskan pada 2050 mendatang, Asia Pasifik diprediksi akan menjadi salah satu wilayah dengan peningkatan proporsi terbesar orang yang tinggal dengan demensia. Untuk itu, program pelatihan DCS-Training-of-Trainers ini dapat mengantisipasi peningkatan ODD dalam 25-30 tahun ke depan.

“ALZI dan Unika Atma Jaya terus memperkuat advokasi, pelatihan, pengembangan penelitian dan penguatan organisasi internal. Berbagai upaya ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam perawatan demensia, sehingga kualitas hidup ODD akan meningkat,” katanya.(*)

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X