Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Kesehatan

Kunyah Cokelat Hitam Bisa Mengurangi Depresi

Kesehatan
12 Aug 2019
Kunyah Cokelat Hitam Bisa Mengurangi Depresi

hariansuara.com, Jakarta - Mengonsumsi cokelat hitam dapat secara positif mempengaruhi suasana hati dan meredakan gejala depresi, demikian temuan sebuah penelitian yang meneliti berbagai jenis cokelat yang dikaitkan dengan gangguan suasana hati.

Studi yang dilakukan di UCL dan diterbitkan dalam jurnal Depression and Anxiety adalah penelitian pertama yang memeriksa hubungan antara depresi dan jenis cokelat yang dikonsumsi. 

Para peneliti menilai data dari 13.626 orang dewasa dari Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Nutrisi Nasional AS. Konsumsi cokelat peserta dinilai berdasarkan skor mereka pada Kuesioner Kesehatan Pasien, yang menilai gejala depresi.

Dalam studi cross-sectional, berbagai faktor lain termasuk tinggi, berat badan, status perkawinan, etnis, pendidikan, pendapatan rumah tangga, aktivitas fisik, merokok, dan masalah kesehatan kronis juga diperhitungkan untuk memastikan studi dapat mengukur efek cokelat pada gejala depresi.

Setelah menyesuaikan faktor-faktor tersebut ditemukan bahwa orang yang makan cokelat hitam dalam dua periode 24 jam, 70 persen kemungkinan lebih rendah terhadap gejala depresi daripada mereka yang tidak makan cokelat sama sekali.

25 persen konsumen cokelat yang mengonsumsi cokelat dalam bentuk apa pun, bukan hanya coklat hitam juga lebih kecil kemungkinannya terhadap gejala depresi dibandingkan mereka yang tidak makan cokelat sama sekali. 

“Studi ini memberikan beberapa bukti bahwa mengkonsumsi cokelat, khususnya cokelat hitam dapat dikaitkan dengan berkurangnya kemungkinan gejala depresi. Namun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengklarifikasi arah penyebabnya, bisa jadi depresi yang menyebabkan orang kehilangan minat untuk makan cokelat, atau mungkin ada faktor-faktor lain yang membuat orang lebih kecil kemungkinannya untuk makan cokelat hitam dan menjadi depresi, ” kata penulis utama penelitian ini, Dr Sarah Jackson.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X