
hariansuara.com, Jakarta - And perlu memakai masker anti polusi kapan pun Anda pergi keluar karena menurut sebuah studi baru-baru ini, paparan jangka pendek terhadap polusi udara dapat meningkatkan risiko kematian dini pada orang tua, terutama wanita.
Menurut Peneliti Chan School of Public Health, eksposur jangka pendek terhadap polusi udara dan ozon partikulat dapat meningkatkan risiko kematian dini. Temuan menunjukkan bahwa risikonya lebih tinggi pada lansia wanita dan yang berpenghasilan rendah.
Penulis studi Francesca Dominici mengatakan ini adalah studi paling komprehensif tentang paparan jangka pendek terhadap polusi dan kematian.
"Kami menemukan bahwa tingkat kematian meningkat hampir secara linier karena polusi udara meningkat. Setiap tingkat polusi udara, tidak peduli seberapa rendah, berbahaya bagi kesehatan manusia ", tambah Dominici.
Baca juga: Studi: Polusi Udara Dapat Hilangkan Manfaat Kesehatan Dari Berolahraga
Tim tersebut menilai paparan polusi udara setiap hari dengan menggunakan model prediksi yang memberikan perkiraan yang akurat tentang PM2.5 dan ozon untuk sebagian besar wilayah AS. Mereka menganalisis data pencemaran udara dengan data populasi kematian dari tahun 2000-2012. Hasilnya menunjukkan selama masa studi, hampir 22 juta orang meninggal dunia.
Temuan juga menunjukkan mereka yang berpenghasilan rendah angka kematiannya tiga kali lebih tinggi daripada orang yang tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan Medicaid. Perempuan dan non kulit putih juga menghadapi risiko kematian 25 persen lebih tinggi daripada pria atau kulit putih.
Penulis utama studi Qian Di mengatakan tidak peduli di mana Anda tinggal baik di kota-kota, di pinggiran kota, atau di daerah pedesaan-selama Anda menghirup polusi udara, Anda berisiko."
Penelitian tersebut dimuat dalam Journal of American Medical Association (JAMA). (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU